tadi malam begadang nonton film drama iran dengan suami. sebelumnya film horor korea. dan pagi ini mengantar anak kartinian di sekolah. anakku sangat patuh selama dirias. dan selama memakai baju adat sunda penuh manik-manik, ia benar-benar berlagak seperti putri. bicara dengan suara rendah, bahkan hampir tak berbicara. berjalan dengan anggun sambil mengangkat sedikit roknya supaya tidak terselengkat. dan, entah dapat ilham dari mana, hanya melirik tidak menoleh. tapi begitu acara selesai, ia berubah lagi jadi monster kecil badung yang bikin ibunya naik darah. aku tidak suka harus bolak-balik marah untuk hal yang sama. apalagi di saat-saat aku tidak menyangka aku perlu marah. apalagi dengan hidung dan tenggorokan gatal seperti ini. sementara rumah masih berantakan karena si mbak pun gantian kena flu. aku juga tidak suka merasa bersalah, tidak, merasa akan disalahkan masyarakat yang sebagian besar tidak mengenalku karena rasanya sekarang aku ingin membanting pintu dan mengunci diri di kamar. menunggu anakku akhirnya merengek minta dimaafkan. lalu aku akan keluar, memeluknya sambil minta maaf kalau aku sudah menggunakan suara keras tapi juga menjelaskan kenapa aku sampai marah dan kenapa ia perlu melakukan yang aku minta. lalu dia akan tersenyum dan memelukku, seperti anak koala yang menggemaskan. lalu tulisan ini kusimpan saja, tidak pernah kuperlihatkan kepada siapa-siapa. lalu nanti melelehkan air mata melihat foto-foto anakku jadi putri sunda. dan suatu hari nanti tiba-tiba menangis diam-diam saat nonton film komedi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s