gedung gedung baru

gedung gedung baru
berdiri di jalan jalan usang

petak petak yang kukenal
lengang dan berdebu

kursi
meja
senyum ramah

tak lagi pas
di dalam ingatan

lahan lahan
asing

sementara wajah teman temanku
tiba tiba makin tua

ke mana kalian pergi?
di mana sebenarnya aku terdampar?

 

ditulis pertama kali di tahun 2005, sempat diubah tahun 2007 dan akhirnya diacak-acak menjadi seperti di atas di tahun 2015

di hari kenaikan kelas yang gembira ini,
lagu-lagu bersemangat keluar dari speaker.
bapak-bapak ibu-ibu duduk rapi di kursi yang berjejer.
ada yang sesekali mengecek jualan tas kw di grup bbm,
berbisik-bisik di telepon genggam memundurkan jadwal ketemu teman lama,
sekalian buka puasa bersama gimana?
atau bertanya ke yang duduk di sebelahnya,
nanti anaknya sd tetap di sini atau pindah?
atau diam saja karena tak banyak kenal dengan yang lain.

lalu kepala sekolah memberi sambutan tanda dimulainya acara.
dan anak-anak bergiliran tampil di panggung,
menyanyi, menari, menabuh genderang,
memakai kostum binatang yang menggemaskan.
oh, begitu pintarnya mereka.
begitu kecil, juga begitu cepat besar.
entah apa lagi yang akan bisa mereka lakukan nanti.

lalu tiba saatnya para orang tua antri di depan kelas
untuk menerima laporan perkembangan anak-anak mereka di tahun ajaran yang baru lewat,
sementara anak-anak lompat-lompat berlarian,
bergantian naik ayunan atau bergelantungan di flying fox yang sudah karatan.
atau duduk berdua-dua bertiga-tiga
mendandani wajah boneka, memencet jerawat atau mengusir kuman yang terselip di gigi sapi
sambil memandangi layar tablet yang bersinar-sinar seperti mercusuar.
ini mungkin yang namanya bermain sambil berlatih keterampilan untuk bertahan hidup di kemudian hari.

di hari yang begitu riuh rendah,
hari yang penuh harapan akan masa depan yang cerah,
apakah masih ada yang bisa membaca ketakutan,
keraguan,
ketidaktahuan,
yang hati-hati disembunyikan
di dalam kotak berdebu,
dilipat-lipat di pojok lemari tua,
terselip di sarung bantal,
ditinggal,
agar lekas dilupakan,
di rumah yang dijaga pembantu,
mulutnya terbuka di atas sofa?

ada lampu bersinar merah di kejauhan sana
berpendar-pendar di balik tirai tembus pandang

anak kecil duduk di belakang ibunya
di kursi makan yang sama
bernyanyi tut tut tut siapa hendak turut

aku mencoba mengingat sinar lampu apa itu di kejauhan sana

mama jangan marah
kata anak kecil kepada ibunya