kopi di dalam gelas kertas

kopi di dalam gelas kertas
panas membakar lidah
tak juga usir kantuk
di sore yang hiruk pikuk

bocah bocah menggemaskan
dalam pakaian berwarna warni
rok tutu dan sepatu kelap kelip
blu jin dan sweater hangat

mereka belum tahu
betapa beruntungnya mereka

the story of my life terlalu kencang
keluar dari speaker warung kopi
yang sungguh bukan warung

lebah lebah bergumam
mengerubungi bunga bunga aster

gadis kecil dengan sungut di kepala
dan sayap kain di punggungnya
memasukkan token senilai sepuluh ribu

naik mobil hello kitty bergoyang goyang
sungut dan sayapnya bergoyang goyang

lebah lebah bergumam
di dalam taman yang sungguh bukan taman

shake it ahh
shake it ahh

Advertisements

hujan dan burung kertas

hujan turun lagi malam ini. asap yang keluar dari mulutku tak pergi jauh. mengerubungi kepala seperti burung-burung kertas. seorang laki-laki yang memakai baju perempuan memetik gitar di seberang jalan tapi suaranya tak sampai ke sini. motor dan mobil berkejaran di atas aspal yang mulai bolong-bolong. menciptakan bayang-bayang yang berkelebat di antara deretan ruko dan gerobak-gerobak penjual buah di pinggir jalan. di sini, di bawah lampu jalan dan papan iklan, kesedihan tak sempat lagi ditangisi. seorang laki-laki yang memakai baju perempuan menyalakan rokoknya. ini segelas kopi hitam, kata sebuah suara entah dari kepala siapa. tak lama lagi, hujan dan burung kertas akan jadi abu yang berserakan di permukaan konblok.

 

– dipasang juga di sini – 

dimuat di Selatan Musim Hujan 2015

turis adalah hantu

gentayangan dari satu tempat ke tempat yang lain

kau singgah di kedaiku,
habiskan kopi sambil membaca koran berisi berita-berita asing,
tinggalkan tip sebelum menghilang di balik pintu,
tertawa ceria,
terpesona bangunan-bangunan tua,
ambil gambar sana-sini
lalu janji kembali
walau tahu tak akan datang lagi

aku juga ingin berlibur
lalu jadi hantu