dari sabang sampai ciledug raya

perempuan muda menumpang duduk di meja paling depan warung sate yang belum buka. telepon genggam menempel di telinganya dan mulutnya komat-kamit.

ibu memasukkan lembaran uang kembalian ke dalam dompetnya di depan warung teh botol. sebotol frestea dikempit di antara paha berlegging hitam.

bapak bertopi berdiri di tepi jalan. menunggu kendaraan yang lewat berkurang supaya dia bisa menyeberang. dari bawah topinya rambut pink pudar menyembul.

anak anak bermain bulutangkis di sebuah tanjakan di mulut sebuah gang sempit. palang bambu diletakkan di atas motor dan mobil bak supaya menyerupai net.

sekelompok perempuan bersila di depan pagar sebuah rumah mewah.

pekerja bangunan mengerubungi perempuan yang membawa makan siang dengan sepeda.

supir taksi mendengar dakwah dari kaset. tasbih tergantung di kaca spion dalam. kepalanya mengangguk angguk.

aku teringat nenek yang setiap hari minggu menyanyi di depan jemaat. suaranya lebih tangguh daripada tubuhnya.

dan tiang tiang beton terpancang
seperti salib
tanpa kepala
tanpa tubuh

pembangunan masih jauh dari selesai
hujan debu menyumbat pori pori
menyumpal paru paru

ke mana lagi kau mau memandang?

sekarang mungkin mereka sudah mati
padahal stasiun belum jadi

Advertisements

berada di sebuah mall pada suatu akhir pekan kadang aku perlu beberapa detik untuk memutuskan eskalator berjalan atau berhenti aku tak mengerti orang orang di depan dan di belakangku ingin pergi ke mana mereka berbaris berseliweran mendorong bayi bayi mereka di dalam stroller atau mengejar anak anak mereka yang sudah pandai berlari aku menggandeng anakku tangannya kecil dan lembut menuntunku membelah lautan orang orang yang tak kukenal itu

kadang orang orang diam tetapi suara mereka tumpang tindih dengan suaraku sendiri kadang orang orang begitu banyak bicara tapi aku tak mengerti apa yang mereka katakan beli selusin donat dapat potongan setengah harga kalau beli selusin donat? siapa yang akan makan begitu banyak donat di rumah? beli satu set alat masak dapat diskon 25% kalau punya kartu kredit dari sebuah bank tapi aku hanya perlu centong? beli semangkuk nasi daging lengkap dengan minum bisa beli boneka seharga 75 ribu? apa hubungan antara makan siang dan boneka? beli frozen yogurt small dapat 1 topping, medium dapat 3 topping, tapi large dapat 3 topping juga? beli makanan dengan kartu anggota bisa dapat satu makanan gratis tapi harus top up dulu tidak bisa pisah bill? yang gratis bisa yang paling mahal mbak?

anakku sayang,
tolong antar mama keluar dari sini

dan di dalam mobil dalam perjalanan pulang mobil ini bergabung dengan mobil mobil lain seperti gorong gorong yang mampat

aku harus berkedip dua kali karena aku merasa permukaan jalan di jalur sebelah yang masih kosong terlihat mengalir seperti sungai yang airnya hitam

jaemanis berlarian ke sana kemari di dalam toko mainan melihat lihat stiker membolak balik halaman buku persahabatan penuh glitter menyentuh tombol try me pada figurin sofia the first lalu tersenyum melihat sofia mengangkat tangannya untuk mendekatkan cangkir teh ke mulut sementara amber di sebelahnya bisa menggerakkan kipas kerajaan ke depan dan ke belakang lalu jaemanis lari lagi ke rak yang lain mengamat amati my little pony mulai dari yang kecil sampai yang besar diskon 25% (dari 400 ribuan oh no!) lalu pindah lagi memandangi barbie yang berkaki maupun berekor duyung yang berlabel fashionista maupun princess power lalu mampir ke deretan mould & paint terus lagi ke pensil warna cat air krayon dan berhenti sejenak di depan layar kecil yang menayangkan pelajaran bahasa inggris sebelum melesat membelai tangan boneka boneka baby alive yang kotaknya memang bertuliskan touch my hand seolah olah yang dipegangnya adalah tangan bayi sungguhan lalu lewatlah di belakangnya bayi sungguhan di dalam stroller yang didorong pengasuh dan mengalihkan perhatiannya untuk beberapa saat tetapi setelah bayi itu berlalu ia kembali lagi menggenggam tangan boneka baby alive yang mungil sementara aku memandangi musim musim dingin di dalam mainan toples kaca

kelereng di bola mata anakku
kelereng di bola mata boneka anakku
tumpah berderai derai
menjadi danau
di kakiku

darth vader dan mon chi chi
mandi di dalamnya

kolam kelereng berkilap kilap
memantulkan sinar matahari
yang terpantul dari
kaca
kaca
pencakar
langit

pagi-pagi suaminya berangkat ke kantor. ia berangkat ke kamar mandi,
mengambil cucian kotor lalu menyortirnya.
pakaian berwarna putih, hitam, terang dan gelap.
yang tumpukannya paling banyak akan dicuci duluan.
kalau sampai memenuhi drum mesin cuci, gunakan 2 tutup deterjen.
ini pekerjaan yang harus dilakukan dengan serius. karena kalau sudah jongkok akan sulit untuk berdiri lagi
dan jongkok kembali.

ia teringat beberapa hari lalu. waktu itu ia sedang di becak bersama anaknya, dalam perjalanan ke sekolah. sudah beberapa hari telinganya budek karena pileknya belum juga selesai. dan suara kendaraan lain yang melesat begitu cepat di sekitar mereka atau membunyikan klakson luar biasa keras membuatnya semakin sulit mendengar suara-suara lain. suara-suara yang lebih enak untuk didengar. ia melihat mulut anaknya dan tangan-tangan mungilnya bergerak-gerak ke sana kemari. dia memang senang bercerita tentang apa saja yang sedang dilihatnya. atau mungkin dia sedang bernyanyi-nyanyi sendiri. ia tersenyum dan membelai kepala anaknya yang besar seperti kepalanya dan suaminya. tapi ia juga tidak ingin berada di becak ini setiap hari. tapi lalu anaknya menoleh dan tersenyum.

senyum adalah perkara yang serius,
katanya sambil mengamati kemeja dan beha berputar-putar di balik pintu mesin cuci.
sebuah senyuman yang begitu polos, sederhana sehingga begitu berharga dan tak mungkin akan ia lupakan sampai ia mati nanti,
telah dibayar dengan pagi-pagi seperti ini.