kelereng di bola mata anakku
kelereng di bola mata boneka anakku
tumpah berderai derai
menjadi danau
di kakiku

darth vader dan mon chi chi
mandi di dalamnya

kolam kelereng berkilap kilap
memantulkan sinar matahari
yang terpantul dari
kaca
kaca
pencakar
langit

Advertisements

bau matahari pada seragam sekolah. suara ac dan kerai yang terbuka. kesedihan masih muda di dalam buku harian dan tugas-tugas yang belum selesai. menunggu kapan dering telepon akan berarti. hampir tak menyadari apa sebenarnya yang begitu diinginkan.

sambil menghempaskan dirinya ke atas tempat tidur, ia membayangkan pasti di luar sana ada bahaya-bahaya yang mengasyikkan. yang tidak akan membuatnya celaka karena ia akan begitu lincah dan cerdik seperti fantomette. mungkin sekali-sekali ia akan menangis tapi air matanya akan lebih bulat dan hangat dibanding yang meleleh di wajahnya siang itu.

tempat tidur itu belum mengenal ompol anakku.

dari balik jendela

1

matahari terbit di jendela sevel, berkilau di layar ponsel
ini hari apa? tak ada lagi yang bertanya
hidup kini bergantung pada rima tentang yang trendi dan berkuasa
siapa kamu? tak ada lagi yang peduli

2

balita di dalam kopaja tersenyum pada angkot dan pasar di balik jendela. siang ini penuh dengan semangat yang sia-sia. semua ingin menunda yang tak terhindarkan. semoga hari-harinya tak seperti amplop yang berisi tagihan kartu kredit.

3

ada kegembiraan di jalan-jalan. lampu-lampu bersinar lebih terang. klakson terdengar meriah, bukan tak sabar. karena kemacetan ini hanya sekadar antrian ke tempat yang sama. di mana semua bisa dibeli dan membeli. walaupun hanya malam ini.

4

tukang bajaj tadi mengingatkanku kalau adalah penting mempunyai dunia kecilmu sendiri, di mana semua yang (kebetulan) ada di dalamnya harus mengikuti tata cara yang sudah kau buat. di mana semua yang sudah kau buat itu adalah baik adanya. saling melengkapi dan bisa menghidupi satu sama lain. di mana semua berjalan begitu alami dan sempurna tak ada yang bisa mengganggumu. dan di mana tak ada yang bisa dengan sengaja membuatmu merasa kecurian. dan lagu-lagu dangdut favoritnya mengantarkanku menembus kota yang keringatnya berlelehan ke dalam kali berwarna hitam.

5

ya, bukankah kota ini gerbong yang bergoyang. sampaikan salam pada kekasih, karena aku belum juga tiba.

 

 

dimuat di Selatan Musim Hujan 2015

matahari terbit di jendela sevel berkilau di layar ponsel

ini hari apa? tak ada lagi yang bertanya kenapa

hidup kini bergantung pada rima tentang yang trendi dan berkuasa

siapa kamu? tak ada lagi yang peduli