tengah malam terjaga dan terpaksa ke kamar mandi
ada suara renyah anakku bertanya kepada mbaknya
nanti habis makan jae nonton dulu ditemenin mbak
terus kalau mama sudah selesai masak mama ceritain jae
ya kan mbak?

di samping toilet ada bungkus shampoo
belum seluruh isinya dipindahkan ke botol

air mengucur dari keran membuatku kaget
suatu hari nanti aku tidak akan lagi membelikanmu shampoo

buru-buru aku kembali ke ranjang masuk ke dalam selimut
suatu hari nanti aku bahkan tidak akan mengerti apa yang kau katakan
nanti habis makan jae nonton dulu ditemenin mbak
terus kalau mama sudah selesai masak mama ceritain jae
ya kan mbak?

anakku bergerak-gerak di sebelah,
kakinya mendarat di atas perutku

ada perasaan yang akan hilang,
ada juga yang terus berulang

ini bukan kesedihan yang tak kuketahui namanya
tapi di antara mimpi-mimpi yang terputus,
tengah malam terjaga dan terpaksa ke kamar mandi,
malam ini tiba-tiba terasa terlalu tenang
ya kan ma?

kenangan

biar berserakan

burung burung di taman

gelembung sabun

sepatu baru

pelukan di bawah selimut

kafe di ujung jalan

monteith’s crushed pear ale

tebing dan air terjun

pai daging terlezat

gajah dan kanguru

tetap waras

tak harus “in alphabetical order”