kertas kertas menumpuk di atas meja
selembar demi selembar masuk ke dalam mesin penghancur kertas

aku memang ingin membuat kehancuran
sambil mengisi tabel perbandingan harga sayur mayur

jangan sampai kau membayar lebih mahal
ibu rumah tangga yang baik harus bijaksana membelanjakan gaji suami

buku buku yang tak selesai dibaca berdebu di pojok kamar
bukan salah siapa siapa selain diri sendiri

mana obat tetes mata dan krim pelembab
saatnya tidur pakai daster tua

kita lanjutkan lagi besok pagi
mesin penghancur kertas terdengar begitu teratur

mendengkur di dalam telinga

sibuk mengisi kalender
selalu terlalu sibuk
untuk mengisi kekosongan

ingin menulis ini itu
tapi kadang terlalu takut
takut tak punya waktu cukup
atau takut tak punya cukup
perasaan

terlalu sering berhadapan dengan tagihan
uang, janji, puisi
pasti ada saja orang asing
yang ingin sesuatu dariku

semua toh hanya secarik kertas

sama lah seperti hidup ini

disobek, dibuang, dilupakan sampai akhirnya

habis.

pilih sendiri petualanganmu

1

 

rokok telah menjadi puntung. ujungnya meninggalkan kerlip. seperti lampu yang tertangkap bola matamu. sementara vokalis band yang setengah mabuk tak jera berharap bisa mengulang keberhasilan bob marley. padahal penonton tak terlalu peduli selama gelas mereka tetap penuh.

 

2

 

untungnya kamar kecil masih sepi. belum anyir dengan bau muntah. sehingga masih ada cukup ruang untuk sepotong cerita. tentang lelaki yang kemarin menciummu. tanpa alasan.

 

3

 

cermin selalu mengulang kebenaran yang menyakitkan. tak heran tempat seperti ini selalu temaram. yah, setidaknya untuk sementara kenyataan sesuai harapan. keragu-raguan boleh pulang lebih dulu. sikat gigi dan cuci kaki. seperti anak yang dengar-dengaran.

 

4

 

bisikmu masih meninggalkan gaduh, sayang.

 

5

 

dan malam terus menawarkan pilihan. yang satu pasti lebih menyenangkan dari yang lain. tubuh-tubuh harum dan mulut-mulut beraroma bir selalu haus petualangan baru. karena semua ini soal gairah. dan gairah juga soal pilihan.

 

6

 

andaikan ini serial anak-anak kegemaranmu. setiap akhir bisa dikunjungi tanpa sesal. keingintahuan begitu mudah terpenuhi. semudah membalikkan kertas. kalaupun harus mati, itu hanya untuk sementara. setelah itu beli lagi buku terbaru.

 

7

 

gelas-gelas masih menggantung di atas bar. band malam ini mungkin masih sibuk memilih kacamata hitam yang akan melindungi mereka dari wajah-wajah jenuh penonton. matamu pun masih rapat tertutup. bersiap untuk kilap dalam gelap. dan rokok belum menjadi puntung.

 

8

 

ke mana kita malam ini?

 

 

– diambil dari sini