titik titik lampu merah dan hijau di permukaan kaosmu

titik titik lampu merah dan hijau
di permukaan kaosmu
kuikuti dengan telunjuk

di sebelah lemari tua sepasang pelayan muda
sembunyi sembunyi berpegangan tangan

dari meja ke meja perempuan berkaki jenjang
menawarkan rokok putih sambil tersenyum

lalu aku melihatnya memalingkan wajah
menyembunyikan sejenak
bosan yang menyerang

tidak ada lagi kemarahan yang terlalu penting
tidak ada lagi kesedihan yang terlalu penting

kini semua bisa sembuh dengan cipika cipiki
rajin yoga dan update status facebook

kawan kawanmu datang
mengelilingi meja penuh botol
gelas gelas sloki keripik dan keju

tak lama lagi pergi
tak pernah kembali

bayangan botol dan gelas kosong jatuh di lenganmu,
seperti peninggalan dari abad yang lalu

belajarlah dari iklan televisi dan papan reklame
gantungkan mimpi setinggi panggung idola

sudah saatnya pulang,
bajaj langganan menunggu di depan

Advertisements

dari balik jendela

1

matahari terbit di jendela sevel, berkilau di layar ponsel
ini hari apa? tak ada lagi yang bertanya
hidup kini bergantung pada rima tentang yang trendi dan berkuasa
siapa kamu? tak ada lagi yang peduli

2

balita di dalam kopaja tersenyum pada angkot dan pasar di balik jendela. siang ini penuh dengan semangat yang sia-sia. semua ingin menunda yang tak terhindarkan. semoga hari-harinya tak seperti amplop yang berisi tagihan kartu kredit.

3

ada kegembiraan di jalan-jalan. lampu-lampu bersinar lebih terang. klakson terdengar meriah, bukan tak sabar. karena kemacetan ini hanya sekadar antrian ke tempat yang sama. di mana semua bisa dibeli dan membeli. walaupun hanya malam ini.

4

tukang bajaj tadi mengingatkanku kalau adalah penting mempunyai dunia kecilmu sendiri, di mana semua yang (kebetulan) ada di dalamnya harus mengikuti tata cara yang sudah kau buat. di mana semua yang sudah kau buat itu adalah baik adanya. saling melengkapi dan bisa menghidupi satu sama lain. di mana semua berjalan begitu alami dan sempurna tak ada yang bisa mengganggumu. dan di mana tak ada yang bisa dengan sengaja membuatmu merasa kecurian. dan lagu-lagu dangdut favoritnya mengantarkanku menembus kota yang keringatnya berlelehan ke dalam kali berwarna hitam.

5

ya, bukankah kota ini gerbong yang bergoyang. sampaikan salam pada kekasih, karena aku belum juga tiba.

 

 

dimuat di Selatan Musim Hujan 2015