kadang-kadang ingin juga berdandan hanya karena ini jumat malam

kadang-kadang ingin juga berdandan hanya karena ini jumat malam. lalu keluar memandangi lampu-lampu sambil berjalan di atas trotoar yang basah. sudah lama malam dingin seperti ini tak tersimpan di dalam tangan yang terkepal di dalam saku dan bau paket ayam goreng yang bercampur dengan parfum di tengkuk tak terbawa angin yang berhembus dari kendaraan yang lewat.

kota ini merekam sejarah di tiang-tiang listrik. di jembatan penyeberangan yang mulai bolong-bolong. dan di tikungan tempat mangkal taksi-taksi ngantuk. karena kau tak bisa lagi duduk di sebuah tempat dan membayangkan kau akan kembali ke sini dua tiga puluh tahun lagi. menertawakan kepedihan yang kau pikir sudah lewat hanya karena kau sudah mengalami lebih banyak kejadian. tempat mana lagi yang bisa bertahan selama itu sekarang sayang.

dan malam yang terang benderang seperti ini pun sebentar lagi berlalu. jalanan yang penuh sesak kini kosong melompong. licin seperti hidungmu yang sudah sedari tadi perlu ditouch up. sempat terlintas keinginan meniti garis lurus putih tepat di tengahnya lalu ditertawakan penjual kopi di atas sepeda yang sesekali melintas. tapi kau lalu melakukan yang itu-itu juga: mengeluarkan kunci lalu belok ke arah parkiran.

 

 

dimuat di Selatan Musim Hujan 2015

Advertisements

dari balik jendela

1

matahari terbit di jendela sevel, berkilau di layar ponsel
ini hari apa? tak ada lagi yang bertanya
hidup kini bergantung pada rima tentang yang trendi dan berkuasa
siapa kamu? tak ada lagi yang peduli

2

balita di dalam kopaja tersenyum pada angkot dan pasar di balik jendela. siang ini penuh dengan semangat yang sia-sia. semua ingin menunda yang tak terhindarkan. semoga hari-harinya tak seperti amplop yang berisi tagihan kartu kredit.

3

ada kegembiraan di jalan-jalan. lampu-lampu bersinar lebih terang. klakson terdengar meriah, bukan tak sabar. karena kemacetan ini hanya sekadar antrian ke tempat yang sama. di mana semua bisa dibeli dan membeli. walaupun hanya malam ini.

4

tukang bajaj tadi mengingatkanku kalau adalah penting mempunyai dunia kecilmu sendiri, di mana semua yang (kebetulan) ada di dalamnya harus mengikuti tata cara yang sudah kau buat. di mana semua yang sudah kau buat itu adalah baik adanya. saling melengkapi dan bisa menghidupi satu sama lain. di mana semua berjalan begitu alami dan sempurna tak ada yang bisa mengganggumu. dan di mana tak ada yang bisa dengan sengaja membuatmu merasa kecurian. dan lagu-lagu dangdut favoritnya mengantarkanku menembus kota yang keringatnya berlelehan ke dalam kali berwarna hitam.

5

ya, bukankah kota ini gerbong yang bergoyang. sampaikan salam pada kekasih, karena aku belum juga tiba.

 

 

dimuat di Selatan Musim Hujan 2015