ikat

lembar lembar jaringan ikat melilit tengkorak tengkorak
menjadi dahi menjadi hidung menjadi pipi menjadi telinga
membentuk kornea sampai ke retina sampai ke saraf optik
irisnya berwarna cokelat tua
mengendarai mesin mesin,
di dalam mesin mesin

halogen merampas cahaya dari matahari yang tenggelam
memantulkan kilat kilat serupa bintang
bercampur debu

dari debu kembali menjadi debu bahkan namanya pun pudar dari pualam di malam hari ketika sepasang remaja bercumbu malu malu di atas batu yang seperti tempat tidur di sebelah motor yang tak lagi meraung tak jauh dari tukang gorengan dan penjual kopi keliling

mata mereka lepas dahi mereka kempis hidung mereka runtuh pipi mereka lebur telinga mereka copot lembar lembar jaringan ikat lolos otot otot mengendur lepas dari tulang tulang mengering ditelan bumi

Advertisements

masuk angin

mengejar ujung selendang yang hampir lenyap berkelepak kelepak dibawa angin ke balik pohon sebelum akhirnya hilang di antara awan awan yang membawa hujan dan malam dingin membuatku mual

asap bakaran sate membawaku kembali ke jalanan kota ini kubuka payung dan kurasakan jari jari kakiku diciprati titik titik hujan yang bercampur air kubangan di trotoar tempatku berdiri

makan malam terbungkus plastik adalah makan malam banyak orang di sini di bawah neon atau lampu petromaks di dalam kamar kos atau di bawah tenda di dalam metromini atau alphard plastik adalah plastik

jalan jalan ramai telah lama pasrah akan dianggap lelah atau tetap gembira menanggung segala permasalahan orang orang yang tak kunjung berhenti lalu lalang melindas punggungnya yang berkerikil

tanah ini milik tuhan bukan juragan kata sebuah tembok di gang sempit di dasarnya batu batu hancur berserakan bekas warung warung makan yang dibongkar paksa walaupun mereka selalu muncul lagi mungkin bukan karena semata mata pantang menyerah tapi apakah ada usul lain yang lebih baik?

kadang kadang akan ada yang terpanggil untuk menyusun kembali batu batu itu sehingga kota ini terasa lebih dari deretan kesedihan yang memukau dan orang orang di dalamnya menjadi lebih manusia bukan tuhan bukan juragan

tapi sejujurnya ini mungkin sate dan lontong paling kompleks yang pernah kumakan hanya karena kepalaku tidak bisa berhenti mencoba menerjemahkan angin asap dan hal hal yang tidak pernah bisa kugenggam

ketika lampu lampu kota lebih gembira daripada orang orangnya ketika lampu lampu kota lebih ramai daripada bintang sebaik baiknya aku berusaha menangkap selendang yang hilang ditelan langit yang selalu kelabu ini akhirnya aku hanya akan masuk angin