kadang-kadang ingin juga berdandan hanya karena ini jumat malam

kadang-kadang ingin juga berdandan hanya karena ini jumat malam. lalu keluar memandangi lampu-lampu sambil berjalan di atas trotoar yang basah. sudah lama malam dingin seperti ini tak tersimpan di dalam tangan yang terkepal di dalam saku dan bau paket ayam goreng yang bercampur dengan parfum di tengkuk tak terbawa angin yang berhembus dari kendaraan yang lewat.

kota ini merekam sejarah di tiang-tiang listrik. di jembatan penyeberangan yang mulai bolong-bolong. dan di tikungan tempat mangkal taksi-taksi ngantuk. karena kau tak bisa lagi duduk di sebuah tempat dan membayangkan kau akan kembali ke sini dua tiga puluh tahun lagi. menertawakan kepedihan yang kau pikir sudah lewat hanya karena kau sudah mengalami lebih banyak kejadian. tempat mana lagi yang bisa bertahan selama itu sekarang sayang.

dan malam yang terang benderang seperti ini pun sebentar lagi berlalu. jalanan yang penuh sesak kini kosong melompong. licin seperti hidungmu yang sudah sedari tadi perlu ditouch up. sempat terlintas keinginan meniti garis lurus putih tepat di tengahnya lalu ditertawakan penjual kopi di atas sepeda yang sesekali melintas. tapi kau lalu melakukan yang itu-itu juga: mengeluarkan kunci lalu belok ke arah parkiran.

 

 

dimuat di Selatan Musim Hujan 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s